Pahami Ada Biaya Tersembunyi yang Harus Ditanggung dalam Bisnis NFT

Pahami Ada Biaya Tersembunyi yang Harus Ditanggung dalam Bisnis NFT

Topdigitalindonesia.com – Kemunculan Ghozali langsung menjadi fenomena tersendiri di tanah air. Sontak, banyak orang yang ikut mencoba peruntungan di bisnis NFT seperti milik Ghozali. Ghozali Everyday atau Sultan Gustaf AL Ghozali memang bisa dikatakan sukses di bisnis NFT ini dengan mendapatkan pundi-pundi uang miliaran. Namun perlu dipahami bahwa dalam bisnis NFT ini terdapat biaya-biaya tersembunyi yang harus ditanggung atau dibayarkan. Lalu berapa biaya dalam bisnis NFT? Berikut ulasannya!

Biaya Pencetakan, Biaya Pencatatan, Biaya Komisi, dan Biaya Transaksi

Menurut seorang seniman NFT bernama Joseph dari LearnSketch.com, ada berbagai biaya tersembunyi yang terlibat dalam penjualan NFT. Besaran biaya penjualan NFT sendiri tergantung dari jenis aset kripto yang digunakan pada platform NFT. Secara umum, menurut dia, ada empat jenis biaya dalam jual beli NFT, yaitu Minting Fee, Listing Fee, Commission Fee, dan Transaction Fee.

Kita bisa menggunakan contoh kasus Joseph sebagai referensi. Joseph sendiri menjual karya NFT-nya di platform Foundation menggunakan cryptocurrency Ethereum. Saat itu ia sedang berjualan karya animasi 3D dengan judul ‘Breathing Bronze 1/3’. Pada lelang di platform Foundation, karyanya terjual sekitar 0,165 ETH atau setara dengan US$286,44 atau sekitar Rp. 4,07 juta rupiah.

Dari penjualan tersebut, ternyata Joseph hanya mengantongi pendapatan bersih sebesar 62,50 dollar AS atau sekitar Rp. 887.500. Artinya total ada biaya penjualan NFT yang harus ia bayarkan sekitar US$223,94 atau Rp. 3,17 juta. Berikut rincian biaya tersembunyi penjualan NFT pada karya Joseph:

  • Biaya Percetakan: 0,05421 ether/87,53 dolar AS
  • Biaya Pencatatan: 0,035822 ether/62,19 dolar AS
  • Biaya Komisi: 0,02475 ether/42,97 dolar AS
  • Biaya Transaksi: 0,018 ether/31,25 dolar AS

Artinya, (dari total penjualan), 78,2% akan digunakan untuk membayar beban pokok penjualan NFT, kemudian keuntungannya hanya 21,8%. Nilainya lumayan gila,” kata Joseph.

Biaya ‘Uang Bensin’

Pertanyaannya, berapa harga jual NFT? Dilaporkan dari NFTevening, biaya tersembunyi atau ‘uang bensin’ dalam penjualan NFT digunakan untuk membiayai transaksi blockchain. Dalam transaksi di blockchain yang diproses oleh penambang, menggunakan sistem dan jumlah listrik yang besar. Sekarang biaya komputasi pada blockchain itulah yang nantinya akan dibebankan pada setiap penjualan NFT yang terjadi.

Perlu juga dicatat bahwa jumlah sebenarnya dari biaya atau ‘uang bensin’ ini bervariasi tergantung pada nilai dan jenis perhitungan yang diperlukan untuk memverifikasi transaksi. Jadi semakin rumit proses komputasinya, semakin mahal pula ‘uang bensin’ yang harus dibayar. Besarnya ‘uang bensin’ ini juga bergantung pada trafik jaringan. Jadi semakin cepat proses mempertahankan kontak pintar ke dalam blockchain, semakin tinggi biaya yang dibayarkan ke pasar NFT dan jaringan kripto.

Biaya Transaksi NFT

Biaya lain yang disebutkan Joseph dalam bisnis NFT ini adalah biaya transaksi. Biaya transaksi ini ditentukan oleh platform marketplace. Ambil contoh, pasar OpenSea yang mengenakan biaya awal sebesar US$70-US$300 untuk memulai akun dan menyediakan akses ke NFT sebesar US$10-US$30. Jangan lupa juga ada biaya sebesar 2,5% dari harga saat NFT dijual di marketplace OpenSea.

Tips Bisnis NFT

Dari sini Joseph menyatakan bahwa dalam menjual karya NFT, tidak boleh terlalu rendah. Hal ini dikarenakan ada potongan biaya yang harus dibayarkan saat karya tersebut terjual. “Jangan mematok harga yang terlalu rendah untuk karya seni Anda, karena akan dipotong oleh biaya transaksi dan biaya listing,” kata Joseph.